Rabu, 31 Maret 2010

Warga Ngungsi & Tidur di Kandang Kambing


Sungai Citarum Meluap

Warga Ngungsi & Tidur di Kandang Kambing

BEKASI - Luapan Sungai Citarum yang menggenangi dua desa di Cikarang Timur, tepatnya dekat perbatasan Karawang kini mencapai 3 meter. Bahkan rumah yang dekat dengan sungai atapnya nyaris tidak terlihat sama sekali.

Dua desa yang tergenang banjir setinggi 3 meter lebih di antaranya Desa Bojong Sari dan Desa Laban Sari, hingga saat ini masih belum juga menunjukan penurunan debit air.

Tergenangnya dua desa di Cikarang Timur tersebut, dikarenakan berdekatan dengan perbatasan Karawang yang hanya dipisahkan dengan Sungai Citarum. Bahkan ratusan rumah di Desa Bojong Sari dan Desa Kaban Sari nyaris tidak terlihat dikarenakan air di pemukiman tersebut sudah mencapai 3 meter lebih.

Ibu Ade, korban banjir yang tinggal di Laban Sari RT 01 RW 01, Cikarang Timur, menuturkan rumahnya sudah tergenang air setinggi 3 meter. "Barang-barang dan surat-surat berharga tidak dapat diselamatkan, saya hanya bisa pasrah," tuturnya, Kamis (25/3/2010).

Bahkan nasib memilukan menimpa Nata, warga setempat yang sudah beranjak lansia itu terpaksa mengungsi dan tidur di kandang kambing sudah lima hari. "Saya terpaksa tidur di kandang lantaran tidak ada yang beri makan kambing gara-gara banjir," terang Nata.

Sementara itu, jumlah pengungsi korban banjir sudah mencapai 4.240 jiwa atau 1.212 KK dengan jumlah rumah yang tergenang sebanuak 1.400. Ironisnya baru ada satu unit tenda yang sudah tidak bisa menampung semua pengungsi.
Akhirnya, mereka mendirikan tenda-tenda di pinggir jalan yang memang lebih tinggi dari genangan air. Selain itu, rumah yang terendam banjir nyaris kosong lantaran ditinggal pemiliknya akibat air yang semakin tinggi menggenangi pemukiman warga.

Dandim Bekasi Letkol Steve mengatakan, bantuan dari pihak TNI mulai berdatangan. Para pengungsi mendapat nasi bungkus yang dibagikan oleh Korem dan Kodim 0507 Bekasi. Pihak TNI berusaha memantau musibah banjir tersebut. Menurut Danrem Kolonel Inf sunindyo, jajarannya tetap melakukan pemantauan banjir hingga 14 hari.
Readmore »

135 Karyawan di Bekasi Keracunan Makanan Ransum

Jum'at, 12 Maret 2010 - 14:21 wib
BEKASI- Kasus keracunan massal menimpa seratus lebih karyawan PT Setia Guna Sejati di kawasan MM 2100 Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, setelah mengonsumsi makanan ransum dari pabrik.

Para korban kini tengah dirawat di RS Adam Thalib, Cibitung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus keracunan ini bermula saat para karyawan perusahaan yang memproduksi spare part motor Yamaha tersebut menyantap makan malam.

Usai menikmati menu makan siang dengan sajian sayur asem, telur, dan sambal, beberapa karyawan mulai merasakan mual, suhu badan naik, dan kepala pusing. Disinyalir sumber keracunan berasal dari makanan katering dari pabrik itu.

Salah seorang pelajar yang tengah magang ikut menjadi korban dalam peristiwa ini. “Tak lama setelah makan, kepala jadi pusing dan perut mual,” ujar Tika di Bekasi, Jumat (12/3/2010).

Menurut keterangan salah seorang karyawan yang menjadi korban keracunan, Yusmanto, dia dan teman-temannya mengalami tanda-tanda keracunan tidak lama setelah menyantap menu makan siang. Pada pagi hari tadi setelah bangun tidur, mayoritas para korban mengalami sakit perut.  “Hampir semua merasakan mual, pusing, dan serta muntah-muntah. Puncaknya pada tadi pagi sekira pukul 09.00 WIB,” ujarnya.

Petugas Polsek Cibitung yang menangani kasus ini, langsung menyita sampel makanan guna memastikan penyebab keracunan.
(Tedi Suteja/Global/ful)
Readmore »

Sudah 11 Hari, Korban Banjir Bekasi Mengungsi

Sudah 11 Hari, Korban Banjir Bekasi Mengungsi

Selasa, 30 Maret 2010 - 11:07 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Ilustrasi (Foto Koran SI)
BEKASI- Tak terasa para korban banjir Bekasi telah menghabiskan waktu selama 11 hari di pengungsian. Berbagai persoalan baru pun terus bermunculan seiring tekanan psikologis dan kekurangan kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun, wajah anak-anak korban banjir di pengungsian pada pagi ini terlihat ceria, Selasa (30/3/2010),  lantaran menerima bantuan yang lain dari biasanya. Ya, ada donatur yang membawa ratusan boneka dan buku tulis ke lokasi pengungsian di Desa Laban Sari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Tak hanya itu saja, donatur dari salah satu club motor juga mendatangkan dua badut untuk menghibur anak-anak korban banjir. Tak pelak ratusan anak pun langsung mengerubuti badut dan antre mendapatkan boneka.

Jejen, salah seorang anggota club motor, menyatakan pihaknya sengaja menyumbang boneka dan buku karena selama ini bantuan yang diberikan para donatur maupun pemerintah hampir tidak pernah memperhatikan kebutuhan anak-anak.

Pihaknya ingin agar anak-anak korban banjir bisa melupakan bencana, juga rasa trauma bisa dikikis dengan boneka dan badut yang dihadirkan.

Dalam kesempatan ini, pihak donatur yang tidak ingin disebutkan namanya membagikan boneka 350 buah dan buku tulis 650 buah. Di tempat pengungsian ini tercatat ada sekira 600 anak korban pengungsi banjir.

“Saya senang dapat hadiah boneka dan buku,” ujar Topik, yang mengaku sudah 10 hari tidak sekolah lantaran tidak punya buku dan seragam.
(Tedi Suteja/Global/ful)
Readmore »

Banjir Citarum Akibat Alih Fungsi Lahan di Daerah Aliran Sungai  

Banjir kembali melanda kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akibat luapan air Sungai Citarum, Minggu (21/3). Transportasi melalui jalur ini putus total dan ribuan rumah terendam. TEMPO/Prima Mulia
- Banjir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung akibat luapan sungai Citarum ternyata salah satunya karena beralih fungsinya lahan sepanjang daerah aliran sungai. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyebut, dari 718 ribu hektar lahan di sekitar sungai, 78 persen kini milik warga dan eks perkebunan.
"Banyak yang sudah beralih fungsi dan tidak direhabilitasi" kata Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan saat ditemui usai mengunjungi lokasi banjir di Baleendah, Bandung, Kamis (25/3).

Sebelum sampai di Baleendah, Menteri Zulkifli juga meninjau kawasan banjir dengan memakai helikopter. Ia juga meninjau kondisi waduk Jatiluhur, Cirata dan Saguling. Hasil pantauan dari udara itu, ia menemukan banyak hutan di bantaran sungai yang sudah gundul.
Tak hanya itu, kata Zulkifli, kawasan perbukitan yang berada dekat dengan hulu sungai sudah beralih jadi kebun sayur.  Juga minimnya resapan air.  Karenanya, Menteri Kehutanan minta pemerintah setempat bekerjasama menghijaukan kawaan ini.
Departemen Kehutanan, katanya, juga sudah menyiapkan dana sekitar Rp 100 miliar untuk membebaskan lahan-lahan kritis. Ia meminta bantuan dari pemerintah setempat untuk menandai, dimana saja titik-titik kritis itu untuk memudahkan akuisisi lahan oleh negara. 

Selain meninjau lokasi bencana, Zulkifli juga mengunjungi para korban Banjir di Posko Pengungsian, di Gedung Juang '45, Jln. Adikusumah,  Kabupaten Bandung. Dia juga memberikan santunan kepada korban banjir sebesar Rp. 50 juta yang langsung diserahkan kepada Camat Baleenda, Usman Sayogi.

Hingga hari ini, air masih menggenang di empat Desa di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, diantaranya, Desa Andir, Desa Bojong Malaka, Desa Rancamanyar dan Desa Baleendah dengan ketinggian sampai 300 centimeter.
Readmore »